Kanker paru-paru hampir merenggut nyawa ayahku

    Kanker paru-paru merupakan salah satu tumor ganas yang sangat menakutkan, ratio kematian akibat terserang kanker paru-paru menempati urutan teratas dari tumor ganas, , Menurut data survei tahunan Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC), pada tahun 2017, terdapat 1,802 juta kasus baru kanker paru-paru dan 1,59 juta diantaranya dilaporkan meninggal dunia. Dengan ratio kanker paru-paru, tingkat kekambuhan dan biaya pengobatan dan angka kematian cukup tinggi, menjadi kategori penyakit dengan biaya pengeluaran pengobatan terutama di berbagai negara, khususnya di negara-negara yang masih berkembang. Indonesia termasuk salah satu negara dengan endemic kanker paru-paru yang cukup tinggi, kondisi medis relatif terbatas dan tertinggal dibandingkan dengan negara maju lainnya.

Klik untuk berkonsultasi dengan dokter  >>>

    Oleh karena tingkat kekambuhan kanker paru yang cukup tinggi, dengan pengobatan yang berulang-ulang menyebabkan biaya pengobatan juga menjadi mahal, banyak keluarga jatuh miskin akibat kanker paru-paru tersebut. Untuk itu, kami hadir bersama masyarakat bekerja sama memperkenalkan sebuah teknologi medis terkini yang mengintegrasikan dana sosial dalam memecahkan masalah biaya perawatan medis bagi pasien kanker yang dapat mengancam jiwa.
 
    Kondisi tersebut diatas sangat berhubungan erat dengan tingkat pencemaran lingkungan dan polusi udara yang semakin mengkwatirkan. Stimulasi berulang jangka panjang oleh Zat PN2.5 dan PN10 dalam polusi udara, sulfur dioksida dan gas-gas beracun, menyebabkan selaput lendir pada lapisan bronkus berulang kali dihasilkan, Ini dapat menyebabkan perubahan dalam urutan gen sel, dengan demikian memulai terjadinya mekanisme kanker.
Klik untuk berkonsultasi dengan dokter  >>>

    Pada pria merokok di atas usia 40 tahun mudah terserang kanker paru-paru, selain berkaitan erat dengan faktor genetik, penyakit ini juga mudah menyerang daerah dengan lingkungan yang buruk dan kemiskinan. Ini merupakan salah satu penyebab mengapa negara berkembang lebih mudah terserang kanker paru-paru dibandingkan dengan negara maju.

    Tingkat kekambuhan dan kematian yang tinggi akibat kanker paru-paru sangat berhubungan dengan karakteristik fisiologis paru-paru itu sendiri. Aliran darah paru-paru kaya, dan jalur sistem limfatik sangat banyak dan kompleks, sehingga tanda-tanda kanker paru ganas mudah kambuh dan menyebar. Penyebaran atau metastasis utama kanker paru-paru lebih dari 60%, Bagian organ lain yang paling umum terdampak penyebaran dari kanker paru-paru cenderung ke otak, tulang, hati, payudara dan bahkan jaringan lain seluruh organ sangat mungkin terkena penyebarannya, ratio metastasis yang tinggi menjadi alasan utama penyebab angka kematian kanker paru-paru sangat tinggi.

    Di masa lalu, pengobatan kanker paru-paru terutama dengan operasi, radioterapi dan kemoterapi, Namun, karena tingkat keberhasilan rendah, sedangkan tingkat kekambuhan dan mortalitas yang tinggi, dokter maupun pasien merasa kecil hati. Dalam beberapa tahun terakhir, metode imunoterapi ditemukan dan dikembangkan menjadi metode yang baik untuk pengobatan kanker paru-paru, terutama melalui peningkatan sistem kapasitas kekebalan tubuh, meningkatkan kemampuan sel T mengidentifikasi dan membunuh sel-sel kanker untuk mencapai hasil yang maksimal, tidak perlu operasi dan hampir tidak ada efek samping, Metode ini telah banyak diaplikasikan di Amerika Utara, dan negara-negara maju Eropa lainnya, memberikan angin segar dan telah banyak menyelamatkan pasien kanker paru serta mendapat pujian dari masyarakat.

Klik untuk berkonsultasi dengan dokter  >>>
 
    Usia ayah saya hampir 60 tahun. Ia bekerja menggali tambang batu bara di kalimantan, kehidupan kami sangat sulit, dan Ayah tinggal daerah tambang, lingkungannya sangat buruk. Beberapa tahun ini, saya merantau ke Jakarta mencari untuk nafkah dan berusaha, dan kehidupan kami mulai beransur membaik. Awalnya Saya ingin membawa Ibu dan Ayah bersama ke Jakarta untuk menikmati hari tuanya yang damai. Namun tak disangka, ayah saya didiagnosa menderita kanker paru-paru. Saya mengetahui bahwa penyakit itu cukup parah, sesuai anjuran dokter ayah menjalani operasi dan kemoterapi. Namun, kondisi ayah tidak membaik namun tambah memburuk, susah makan dan sulit bernafas. Kondisi Ayah sangat prihatin, bahkan sulit bangun dari tempat tidur. Sepertinya Ayah saya akan segera meninggalkan kami, seluruh keluarga kami merasa sangat sedih, semua hasil tabungan dan usaha bertahun-tahun juga habis untuk biaya perawatan dan pengobatan ayah, namun ayah masih belum sembuh. Lalu, saya membaca metode baru sistem imunoterapi di Internet, yang tidak memerlukan operasi dan kemoterapi, banyak testimoni dengan hasil yang efektif, kami pun mengambil harapan terakhir membawa ayah berobat ke Klinik spesialis Kanker tersebut di Klinik Utama Cahaya Mentari Jakarta. Hasilnya benar-benar sangat baik. Setelah tiga hari pengobatan, ayah saya sudah bisa makan semangkuk nasi. Satu minggu kemudian, ayah saya bisa bangun dari tempat tidur dan berjalan, lalu ayah melanjutkan perawatan untuk enam kali sesi pengobatan.Ahirnya ayah saya dapat terbantu penyembuhanya, Ayah saya sehat sekarang. 

Klik untuk berkonsultasi dengan dokter  >>>

DISCLAIMER : hasil dapat berbeda tergantung dari masing-masing individu

Anda ingin mengetahui lebih lanjut

Pendaftaran online

Konsultasi Via Telepon
  • No.telp kantor: 021-22608999
  • Klinik Utama Cahaya Mentari Rukon Puri Mutiara Blok D 12, Jl