Kanker serviks! Tidak perlu kwatir Kini tidak perlu operasi Pengangkatan rahim

    Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah tumor ganas yang umum di jumpai pada wanita, berdampak serius pada kesehatan dan mengancam jiwa perempuan. Menurut statistik International Agency Research on Cancer (IARC): Setiap tahun terdapat sekitar 530.000 kasus baru Pasien dengan kanker serviks, sementara sekitar 270.000 orang meninggal karena kanker serviks, 84% diantaranya terjadi di negara-negara berkembang. Indonesia termasuk endemik kanker serviks yang cukup tinggi, tiga kali lipat dibanding dengan negara maju, kekambuhan dan mortalitas atau kematian pasca operasi juga lima kali lipat lebih tinggi dibandingkan negara maju. Sehingga bila menderita kanker serviks, Bagaimana memilih metode pengobatan yang tepat untuk penangananya, merupakan problem yang harus dihadapi dan diberi perhatian khusus.
 
    Kanker serviks adalah satu-satunya tumor ganas yang sudah dipastikan faktor penyebab penyakitnya saat ini, semua faktor seperti erosi serviks berulang, infeksi berulang dapat menjadi faktor penyebab kanker serviks, seperti infeksi bakteri, virus, sifilis, klamidia dan Mycoplasma dan lainnya, terutama trikomoniasis vagina, Infeksi HPV tipe resiko tinggi, memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker serviks.

Klik untuk berkonsultasi dengan dokter  >>>
 
    Di masa lalu, pengobatan utama kanker serviks adalah dengan melakukan operasi, kemoterapi, radioterapi, tapi tingkat kekambuhan kanker dan kematian pasca operasi yang sangat tinggi, periode kambuh antara 1-40 bulan, rata-rata 13 bulan, tingkat kekambuhan dalam waktu satu tahun hingga 50%, dan 55% dalam waktu dua tahun, sedangkan tingkat kelangsungan hidup pasca operasi dan kekambuhan sekitar 44% dalam satu tahun, tingkat kelangsungan hidup 17% dalam waktu dua tahun, dan hanya 7% dalam waktu tiga tahun, tingkat kelangsungan hidup sangat rendah.
 
    Karena letak serviks dan fungsi fisiologis khusus, sebagian besar operasi kanker serviks juga harus mengangkat seluruh jaringan getah bening yang ada pada leher rahim, rahim, ovarium dan vagina untuk meningkatkan tingkat keberhasilan operasi. Tentu Ini akan menyebabkan hilangnya kemampuan kehidupan seksual dan fungsi reproduksi, dan mengurangi kualitas hidup pasien. Karena pengangkatan indung telur dan fungsinya hilang, pasien akan mengalami kondisi gejala menopause, mudah panas dan berkeringat malam, osteoporosis, perasaan mudah marah, menyebabkan depresi dan sering emosi, kondisi emosional negatif ini akan mempercepat kanker kambuh kembali. Selain itu Pembedahan juga dapat merusak saraf otonom, mempengaruhi kandung kemih, buang air kecil dan buang air besar.

Klik untuk berkonsultasi dengan dokter  >>>
 
    Sebagian besar pasien kanker servik enggan operasi, karena tindakan operasi akan memotong dan mengangkat rahim, vagina dan ovarium. Sebagai seorang wanita, bila Rahim diangkat, akan merasa tidak lagi menjadi wanita seutuhnya. Jadi menemukan metode pengobatan yang terbaik untuk kelangsungan hidup, mengurangi tingkat kekambuhan kanker, dan mempertahankan fungsi seksual dan fungsi melahirkan bagi seorang wanita, membawa kebahagiaan terbesar bagi pasien kanker serviks.
 
    Dalam beberapa tahun terakhir, munculnya metode pengobatan imunoterapi terbaru mendapatkan hasil yang sangat signifikan, dengan meningkatkan sistem imun atau kekebalan tubuh, meningkatkan kemampuan sel T untuk mengenali dan membunuh sel kanker tanpa operasi, tanpa radiasi dan kemoterapi untuk mencapai hasil anti kanker yang sangat maksimal. Metode ini telah disertifikasi oleh teknologi FDA AS dan telah dipopulerkan di Amerika Serikat, Eropa, Swiss dan negara-negara maju lainnya, juga telah menyelamatkan banyak pasien kanker didunia.
 
    Dulunya saya sering keputihan, dan selama beberapa tahun ini selalu seperti itu, karena tubuh saya selama ini sehat-sehat, saya mengabaikannya, kemudian tiba-tiba muncul keputihan ada bercak darah, dan megandung bau yang tidak sedap, saya pun merasa takut. Saya ditemani suami segera memeriksakan diri ke rumah sakit, ternyata kanker serviks. Dokter menyarankan saya untuk operasi, rahim, indung telur, dan vagina harus dipotong, dan pasca operasi dokter mengatakan kemampuan seksual dan kesuburan akan hilang dan tidak bisa melahirkan lagi. Mendengar perkataan dokter, saya sangat takut dan sedih sekali, jika rahim, ovarium dan vagina dipotong, saya bukan lagi seorang wanita utuh, walaupun jika beruntung selamat, saya akan minder, dan berpikir status dan martabat dalam keluarga dikemudian hari bagaimana?, Apa yang harus saya lakukan, apalah artinya lagi aku hidup. Saya tidak ingin melakukan operasi semacam itu, suami saya juga tidak setuju dan kami menolak operasi.

Klik untuk berkonsultasi dengan dokter  >>>

    Tapi untuk bertahan hidup, kami terus mencari metode pengobatan lain, kemudian suami saya melihat pengenalan metode imunoterapi di Internet, tanpa operasi, kemoterapi dan radioterapi, bahkan dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dengan didampingi suami, kami pergi berobat ke Klinik spesialis kanker di Jakarta namanya klinik Utama Cahaya Mentari, setelah lima kali sesi pengobatan, penyakit saya pun kembali pulih, Rahim, uterus, ovariam dan vagina tidak perlu diangkat. Sudah lebih dari tiga tahun ini saya selalu check up ke rumah sakit tiap tahun, saya sangat bersyukur, penyakit saya tidak kambuh, dan sekarang saya bersama suami Hidup bahagia bersama keluarga tercinta kami!

Klik untuk berkonsultasi dengan dokter  >>>

DISCLAIMER : hasil dapat berbeda tergantung dari masing-masing individu

Anda ingin mengetahui lebih lanjut

Pendaftaran online

Konsultasi Via Telepon
  • No.telp kantor: 021-22608999
  • Klinik Utama Cahaya Mentari Rukon Puri Mutiara Blok D 12, Jl