Pengobatan kanker lambung menggunakan sistem imunoterapi

    Kanker lambung adalah salah satu tumor ganas yang sering kita jumpai. Meskipun banyak penyebab terjadinya kanker lambung, namun salah satu penyebab utama sangat terkait erat dengan faktor keturunan dan defisiensi imunitas genetiknya sendiri. Klasifikasi patologis kanker lambung lebih rumit, tetapi biasanya secara klinis dibagi menjadi tiga tahap sesuai dengan kondisi penderita yaitu: tahap ringan, sedang dan berat, dan sesuai jenisnya dikenal kanker stadium dini, menengah dan stadium akhir.
Klik untuk berkonsultasi dengan dokter  >>>

    Di masa lalu, kanker lambung stadium dini dapat dilakukan operasi dan kemoterapi yang dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup hingga lima tahun,  tetapi kebanyakan penderita kanker lambung tahap awal tidak ada gejala yang mencolok, ketika terdapat tanda-tandan dan gejala saat diagnosis, umumnya sudah mencapai stadium menengah dan akhir, dan kehilangan waktu untuk menjalani operasi, sehingga kasus penderita dengan kondisi yang benar-benar sejalan untuk dilakukan pembedahan sangat jarang, jika terpaksa di operasi untuk mengangkat sel kankernya, tingkat proliferasi dan penyebaran sel kanker pasca operasi cukup tinggi, dan tingkat kematian sangat tinggi.
 
    Saat ini, perkembangan kemajuan teknologi medis, metode terapi imun yang terintegrasi, telah menjadi cara utama untuk meningkatkan angka kesembuhan dari kanker lambung, berbagai jenis dan stadium kanker lambung dapat diobati dengan metode terapi sistem imun ini.
Klik untuk berkonsultasi dengan dokter  >>>

    Jika kanker lambung stadium awal lebih dini ditemukan dan dioperasi, pasca operasi dikombinasikan dengan terapi imuno tubuh, maka sangat meningkatkan hasil dari pengobatan. Kanker lambung tahap awal, sel kanker belum menyebar ke organ lain, ukuran tumor kecil, biasanya tidak lebih dari 1cm, setelah menilai risiko, dapat di operasi untuk mengangkat tumornya, tapi setelah operasi, dapat merusak kesehatan, mengurangi sistem kekebalan tubuh dan antibodi terhadap penyakit, maka sel-sel kanker yang tersisa berkesempatan menyebar ke bagian lain, dan  membentukan kanker baru, pada kondisi ini, meningkatkan imunitas dan mengembalikan keseimbangan internal dan eksternal tubuh, mencegah proliferasi/penyebaran sel kanker dan kekambuhan, meningkatkan terapi pengobatan sangat tepat sasaran.

    kanker lambung stadium menengah, sudah tidak bisa dioperasi, pada saat berbarengan penggunaan stimulasi kekebalan tubuh, dilakukan injeksi lansung imunostimulan di rongga kanker, ini  dapat mengecilkan tumor dan meringankan sakit nyeri.

    kanker lambung stadium lanjut, biasanya terdapat cairan asites seperti lender atau mukus, ini dapat dilakukan stimulan kekebalan tubuh yang  disuntikkan langsung dalam rongga perut, juga dapat berfungsi untuk menghilangkan ascites, mengurangi gejala perut kembung dan sakit perut bagi penderita,serta dapat meningkatkan kualitas hidup.

Klik untuk berkonsultasi dengan dokter  >>>

     Ayah saya menderita kanker lambung pada usia 60thn, awalnya tidak ada tahu, keluarga kami juga tidak menyadarinya, hanya sekali-kali ayah saya selalu mengatakan sedikit sakit perut, berat badan mulai menurun, tapi perut semakin hari semakin membengkak, kami mulai khawatir, dan membawa ayah ke rumah sakit, hasilnya adalah kanker lambung stadium lanjut, juga berisi ascites/cairan, dokter mengatakan, kondisi ayah saya telah kehilangan kesempatan untuk di operasi, juga tidak memungkinkan radioterapi dan kemoterapi, dilihat dari pengalaman berlalu, dokter menyarankan agar merawat ayah dirumah saja tidak perlu cari pengobatan lagi, karena Ayah hanya bertahan hidup lebih kurang enam bulan. Mendengar itu, kami sekeluarga sangat sedih, namun tidak bisa memikirkan cara apapun untuk mengobati ayah, tapi untungnya seorang teman mengatakan kepada kami untuk mencoba alternatif ke klinik spesialis kanker Cahaya Mentari Jakarta, salah satu temannya menderita kanker paru-paru, sembuh dari penyakitnya setelah berobat ke klinik itu. Kami pun pergi ke klinik tersebut, dan dokter mengatakan, meskipun sudah stadium akhir, tapi dapat menggunakan terapi imun untuk mengobatinya, dokter memberi ayah saya cairan penambah kekebalan tubuh, dan menyuntikkan melalui rongga perut, dua hari kemudian, cairan ascites ayah dalam perut berangsur menghilang banyak, seminggu kemudian carian pun hilang,  tidak terasa sakit dan stamina ayah menjadi lebih baik, sudah bisa makan semangkuk nasi setiap harinya. Kemudian Dokter menggunakan sebuah alat besar untuk mengobati ayah, dua minggu kemudian, benjolan di perut ayah jauh lebih lunak dan mengecil. Keluarga kami sangat bahagia, dokter berkata kepada ayah saya untuk pulang untuk beristirahat dirumah, dan dianjurkan seminggu sekali melakukan terapi sistem imun tersebut, sehingga selama tiga bulan berturut-turut ayah menjalani terapi imun, akhirnya ayah saya sembuh, tahun ini ayah saya sudah berusia 65 tahun, dan masih sehat sekali. Terima kasih kepada para dokter dan perawat spesialis klinik utama Cahaya Mentari yang memberikan ayahku kehidupan baru.

Klik untuk berkonsultasi dengan dokter  >>>
 

DISCLAIMER : hasil dapat berbeda tergantung dari masing-masing individu

Anda ingin mengetahui lebih lanjut

Pendaftaran online

Konsultasi Via Telepon
  • No.telp kantor: 021-22608999
  • Klinik Utama Cahaya Mentari Rukon Puri Mutiara Blok D 12, Jl